Meski begitu, ia menegaskan pentingnya menjaga integritas jurnalistik. Hal ini tak terlepas dari dilema nyata yang dihadapi insan pers saat ini, yakni antara mengejar kecepatan (viral) atau mempertahankan ketepatan (verifikasi).
“Informasi kini bergerak dalam hitungan detik dan algoritma sangat memengaruhi apa yang kita lihat. Kecepatan kerap lebih dihargai daripada ketepatan, dan viral sering kali lebih menarik dibandingkan verifikasi,” ujarnya.
Pemerintah menyadari bahwa perubahan industri periklanan telah mengubah peta bisnis media. Saat ini, keputusan iklan banyak ditentukan oleh angka-angka performa jangka pendek seperti klik, impresi, dan engagement. Hal ini menciptakan tantangan besar bagi kesejahteraan pekerja media dan eksistensi perusahaan pers.
“Media menghadapi dilema yang nyata: bertahan hidup atau menjaga kualitas, mengejar klik atau menjaga kepercayaan, mengikuti arus atau tetap memegang kompas,” lanjutnya.