Burhanuddin menambahkan, salah satu faktor yang memperkuat dukungan publik adalah transparansi Kejagung dalam pemulihan kerugian negara. Aksi simbolik Kejagung yang menampilkan tumpukan uang hasil penindakan perkara korupsi senilai Rp6,6 triliun dan menyerahkannya kepada negara melalui Presiden mendapat respons positif dari masyarakat.
Survei menunjukkan 50,2 persen publik mengetahui aksi pengembalian aset tersebut. Dari kelompok yang mengetahui, 70,7 persen memberikan penilaian positif, yang terdiri atas 62,6 persen menyatakan setuju dan 8,1 persen sangat setuju terhadap langkah Kejagung.
“Ada kaitan erat antara mereka yang puas dengan kinerja Presiden dengan mereka yang puas terhadap kinerja pemberantasan korupsi oleh Kejaksaan,” ujarnya.
Ia menegaskan penegakan hukum yang nyata dan terbuka menjadi faktor utama yang menopang tingginya approval rating Presiden Prabowo Subianto yang saat ini berada di level 79,9 persen.
(Arief Setyadi )