JAKARTA – Eks Ketua Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta Yulianto dihadirkan sebagai saksi fakta untuk diperiksa Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi, Selasa (10/2/2026). Ia mengungkap adanya perbedaan antara foto Jokowi dengan yang ada pada salinan ijazah Jokowi.
“Sehingga secara kasat mata bisa kelihatan. Dari sisi itu, sosok Pak Jokowi berbeda dengan foto yang ada di ijazah,” ujar Yulianto, Selasa (10/2/2026).
Ia mengaku diminta Roy Suryo Cs untuk menjadi saksi meringankan dalam kasus Jokowi tersebut. Pasalnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Informasi DKI Jakarta periode 2012–2016, di mana pada periode tersebut terdapat Pilkada Jakarta dan Jokowi merupakan salah satu calonnya.
“Saya akan membicarakan keprihatinan sebagai bangsa karena bagaimanapun tim RRT sebetulnya sudah memperjuangkan hak publik untuk mendapatkan informasi yang baik, benar, dan tidak menyesatkan,” tuturnya.
“Mereka melakukan penelitian terhadap informasi berkaitan pencalonan Bapak Jokowi, mulai dari pencalonan sebagai wali kota, sebagai calon gubernur, dan sebagai calon presiden, di mana persoalannya mengenai keabsahan ijazah,” terang Yulianto.
Ia mengungkap, sejatinya penelitian yang dilakukan Roy Suryo Cs terjamin haknya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dan Konstitusi. Ironisnya, mereka justru mengalami kriminalisasi atas tuduhan dugaan pencemaran nama baik dan/atau fitnah.
“Ironisnya, dalam bangsa ini RRT malah dikriminalisasikan dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah. Ini memprihatinkan, sedangkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik menjamin hal tersebut. Nah, itulah yang bisa saya sampaikan nanti di hadapan penyidik,” paparnya.
Ia menambahkan, sebuah penelitian sejatinya dijamin untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan pribadi serta diperbolehkan oleh undang-undang. Di samping itu, ia melihat memang adanya keanehan pada salinan foto ijazah Jokowi, khususnya ijazah yang beredar di media sosial sebagaimana yang diteliti Roy Suryo Cs.
“Di mana salah satu tim official dari PDI Perjuangan dalam konteks pencalonan Gubernur DKI ada kecurigaan yang disampaikan kepada saya, dan memang setelah saya lihat secara kasat mata, memang berbeda antara sosok Pak Jokowi dengan foto yang ada di ijazah,” jelasnya.
“Tentunya kan sudah melihat salinan ijazah yang beredar di media massa, baik yang diunggah Dian Sandi kader PSI ataupun yang sempat ramai juga di berbagai media. Dari sisi itu, sosok Pak Jokowi berbeda dengan foto yang ada di ijazah,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )