Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Angka Permohonan Suaka Warga China Hampir Tembus Rekor Tertinggi di Tahun 2025

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 11 Februari 2026 |12:05 WIB
Angka Permohonan Suaka Warga China Hampir Tembus Rekor Tertinggi di Tahun 2025
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)
A
A
A

JAKARTA – Warga negara China yang mencari suaka di luar negeri mendekati rekor tertinggi pada tahun 2025, melanjutkan tren yang telah berlangsung selama dekade terakhir. Menurut data Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), diperkirakan 178.725 warga negara Tiongkok mengajukan permohonan suaka di seluruh dunia tahun lalu.

Meskipun sedikit di bawah rekor yang dilaporkan pada tahun 2024, angka tersebut tetap termasuk yang tertinggi yang pernah tercatat dan mungkin masih akan direvisi ke atas ketika UNHCR menyelesaikan data tahunannya setelah verifikasi.

Bertahannya angka-angka tinggi ini menandai perbedaan mencolok dari dekade sebelumnya, ketika klaim suaka dari China relatif terbatas dan sporadis. Lonjakan ini terjadi meski Beijing telah memperketat kontrol terhadap siapa yang dapat meninggalkan negara itu dan dalam kondisi apa.

Tren Peningkatan Satu Dekade

Dilansir Hamrakura, organisasi hak asasi manusia Safeguard Defenders menunjukkan kontras antara angka saat ini dan angka yang tercatat lebih dari satu dekade lalu, pada tahun 2012, sebelum kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Selama masa kepemimpinan mantan Presiden Hu Jintao, permohonan suaka tahunan dari warga negara Tiongkok biasanya berkisar antara 7.000 hingga 21.000 di seluruh dunia. Sebagai perbandingan, Safeguard Defenders memperkirakan bahwa sejak Xi Jinping memimpin, jumlah kumulatif pencari suaka China meningkat menjadi sekitar 1,33 juta.

 

Peningkatan ini terjadi bersamaan dengan periode yang ditandai oleh penguatan pengawasan negara, pengetatan kontrol ideologis, serta perluasan definisi mengenai perbedaan pendapat politik maupun sosial. Tren berkelanjutan dalam permohonan suaka menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong warga negara Tiongkok mencari perlindungan di luar negeri masih berlangsung dan cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

AS Sebagai Tujuan Utama

Data UNHCR menunjukkan bahwa Amerika Serikat tetap menjadi tujuan utama bagi pencari suaka Tiongkok pada tahun 2025, mencakup sebagian besar klaim. Sekitar 147.909 warga negara Tiongkok mengajukan permohonan suaka di AS, angka yang jauh melampaui total yang tercatat oleh negara lain.

Konsentrasi klaim di Amerika Serikat mencerminkan sistem suaka dan persepsi jaraknya dari pengaruh negara Tiongkok. Hal ini juga menggarisbawahi skala permintaan yang dibebankan pada satu negara tujuan oleh fenomena global yang distribusinya tidak merata.

Peningkatan Jumlah di Kanada dan Eropa

Selain Amerika Serikat, beberapa negara lain mencatat peningkatan signifikan dalam permohonan suaka dari warga negara Tiongkok. Kanada mencatat 6.435 klaim pada tahun 2025, lebih dari dua kali lipat jumlah sebelum pandemi COVID-19.

Italia juga muncul sebagai tujuan penting, menerima 3.857 permohonan dari warga negara Tiongkok, peningkatan tajam dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi. Peningkatan ini menunjukkan penyebaran geografis yang lebih luas dari klaim suaka Tiongkok, melampaui tujuan tradisional.

 

Australia dan Pergeseran Pasca-Pandemi

Australia tetap menjadi tujuan utama bagi pencari suaka Tiongkok, meskipun jumlah permohonan menurun dari puncaknya baru-baru ini. Data UNHCR menunjukkan bahwa 10.436 warga negara Tiongkok mencari suaka di Australia pada tahun 2025, turun dari angka tertinggi dalam dua tahun sebelumnya.

Penurunan ini tidak serta merta menandakan pembalikan tren yang lebih luas. Sebaliknya, hal ini mencerminkan pergeseran rute migrasi, kebijakan perbatasan dan visa yang berkembang, serta penyesuaian pasca-pandemi yang mendistribusikan kembali arus suaka.

Permohonan Tersebar di Seluruh Dunia

Data UNHCR menunjukkan bahwa permohonan suaka warga China pada tahun 2025 tersebar di puluhan negara. Banyak negara di Asia, Afrika, dan sebagian Eropa Timur hanya mencatat angka satu digit, menggarisbawahi distribusi permohonan yang tidak merata.

Penyebaran ini mempersulit upaya membingkai permohonan suaka warga Tiongkok sebagai produk faktor terisolasi atau spesifik negara. Sebaliknya, data menunjukkan serangkaian tekanan domestik yang mendorong warga negara mencari perlindungan di mana pun jalur yang layak tersedia.

 

Kekhawatiran Hak Asasi Manusia dan Kontrol Keluar

Safeguard Defenders dan kelompok hak asasi lainnya secara konsisten mengaitkan peningkatan permohonan suaka dari Tiongkok dengan memburuknya kondisi hak asasi manusia. Ini termasuk pembatasan kebebasan berekspresi, beragama, dan berasosiasi, serta pengawasan intensif dan tindakan hukuman terhadap pembangkang.

Yang perlu diperhatikan, peningkatan berkelanjutan dalam klaim suaka terjadi meskipun Tiongkok memperketat kontrol keluar terhadap kategori warga negara tertentu. Beijing telah lama menggunakan pembatasan paspor, persetujuan perjalanan, dan hambatan administratif untuk membatasi perjalanan ke luar negeri oleh individu yang dianggap sensitif secara politik.

Pola Jangka Panjang

Angka yang hampir mencapai rekor pada tahun 2025 memperkuat pandangan bahwa klaim suaka Tiongkok merupakan tren struktural, bukan anomali sementara. Angka-angka tetap tinggi sejak pandemi COVID-19, dan data awal menunjukkan tidak ada penurunan signifikan ke level sebelum 2012.

UNHCR diperkirakan akan merilis statistik suaka global final untuk tahun 2025 akhir tahun ini. Terlepas apakah jumlah akhir melampaui rekor tahun 2024 atau sedikit lebih rendah, pola yang lebih luas kemungkinan tidak akan berubah.

 

Skala dan persistensi permohonan suaka Tiongkok menunjukkan kesenjangan yang semakin lebar antara upaya negara mengendalikan pergerakan penduduk dan pengalaman warga yang ingin meninggalkan negara tersebut. Angka-angka ini tidak hanya mencerminkan preferensi migrasi atau perhitungan ekonomi, tetapi juga mendokumentasikan eksodus berkepanjangan di bawah kondisi domestik yang semakin ketat.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement