Senada, pengamat hukum Universitas Nasional (Unas) Dr Ismail Rumadan menegaskan masyarakat saat ini menginginkan Polri yang profesional, humanis, dan menghormati HAM.
“Reformasi kultural di tubuh Polri harus dilakukan dengan penguatan kompetensi teknis, kepemimpinan, dan etik. Kalau tiga ini jalan, maka presisi akan jalan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, reformasi struktural tanpa perubahan kultur hanya akan memperpanjang persoalan.
“Kita tidak bisa berharap perubahan nyata jika mentalitas aparat masih arogan dan tidak berpihak pada keadilan,” tegasnya.
(Awaludin)