Kendaraan ini didesain untuk bergerak cepat membawa rudal tersebut menuju titik penembakan, terutama di medan-medan sulit seperti area berlumpur atau berbatu yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan biasa.
"Kendaraan ini untuk memudahkan dan mempercepat pergerakan. Kalau kita infanteri (jalan kaki) kan lama menuju spot penembakan," kata Andhy.
Kendaran tersebut memiliki kapasitas empat personel yang terdiri dari pengemudi, komandan pucuk, petembak (gunner), dan pembantu petembak. Nantinya, saat mencapai titik sasaran, penembak akan segera mengambil posisi di atas tripod yang terpasang di kendaraan dan penembak akan berkoordinasi terkait titik kunci sasaran.
"Kursinya sendiri tersedia empat seat, pertama driver, kedua komandan pucuk, berikutnya gunner atau petembak, dan terakhir pembantu petembak," ucap dia.
Proses penembakan sendiri tidak dilakukan sembarangan, tetapi melalui integrasi data dari radar Smart Hunter berupa radar yang akan memberikan informasi koordinat arah datangnya ancaman kepada unit penembak. Jika sasaran belum terlihat secara visual, komunikasi intens dilakukan melalui alat GAU agar petembak bisa bersiap mengarahkan moncong rudal ke koordinat yang diberikan.