Prosesi serah terima pengawal ini dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan juga menjadi tontonan menarik bagi publik.
Sementara itu, Komandan Paspampres, Mayjen TNI Edwin Sumantha, lanjut Teddy, meneruskan arahan Kepala Negara dengan menghadirkan upacara yang tidak hanya sarat makna kedisiplinan dan profesionalisme, tetapi juga memiliki nilai estetika yang membanggakan.
“Upacara ini dikemas menarik, gagah, dan membanggakan, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin berswafoto di depan Istana Kepresidenan, Jakarta,” ujarnya.
Dalam setiap pelaksanaannya, sekitar 150 personel Paspampres dikerahkan, termasuk 30 ekor kuda yang menambah kemegahan dan kekhidmatan prosesi.
“Antusiasme warga sangat besar. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir untuk menyaksikan prosesi tersebut,” ungkap Teddy.
Ia menambahkan, upacara ini tidak hanya merepresentasikan kesiapsiagaan dan profesionalitas Paspampres dalam menjalankan tugas pengamanan Presiden dan Istana Kepresidenan.
“Tradisi yang digelar rutin setiap Minggu pagi ini juga menjadi ruang interaksi simbolik antara institusi negara dan masyarakat, sekaligus memperkuat wajah Istana Merdeka sebagai rumah rakyat yang terbuka dan membanggakan,” jelasnya.
(Awaludin)