Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Breaking News! 18 Rumah hingga Kantor Polisi di Deiyai, Papua Tengah Dibakar Massa

Tim iNews Media Group , Jurnalis-Minggu, 15 Februari 2026 |01:00 WIB
Breaking News! 18 Rumah hingga Kantor Polisi di Deiyai, Papua Tengah Dibakar Massa
18 Rumah hingga Kantor Polisi di Deiyai, Papua Tengah Dibakar Massa
A
A
A

PAPUA TENGAH - Pembakaran rumah dan kantor pemerintahan terjadi di Kampung Mauka, Distrik Kapiraya Atas, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah. Peristiwa diduga berkaitan dengan ketegangan kelompok masyarakat Suku Mee dari Kabupaten Deiyai dan Suku Kamoro asal Kabupaten Mimika.

Sebanyak 35 personel gabungan dari BKO Polres Mimika bersama Brimob Batalyon B Pelopor disiagakan di safe house wilayah perbatasan Kapiraya-Mododagi. Pasukan dipimpin Kabag Ops Polres Mimika AKP Hendri Alfredo Korwa.

‘’Kami memastikan situasi terkendali meski pengamanan tetap diperketat," ujar AKP Hendri dikutip Sabtu (14/2/2025).

Hendri memastikan, meski sejumlah bangunan terbakar, tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut

Bangunan yang terbakar meliputi Polsubsektor Kapiraya Polres Deiyai Polda Papua Tengah, Kantor Distrik Kapiraya Atas serta 18 unit rumah semipermanen milik warga Kampung Mauka.

Kerusakan tersebut diperkirakan cukup signifikan dan berdampak terhadap aktivitas pelayanan pemerintahan di wilayah tersebut.

Jajaran Polres Mimika langsung melaksanakan apel konsolidasi sebelum menuju lokasi untuk melakukan pengamanan serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan adanya aksi balasan serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.

 

Selain siaga di lapangan, Polres Mimika juga berkoordinasi dengan Polres Deiyai serta jajaran terkait untuk memonitor potensi mobilisasi massa dari wilayah lain, termasuk melalui jalur transportasi udara maupun perairan.

Hingga kini, aparat menyatakan situasi di Kapiraya dan sekitarnya dalam kondisi terkendali dan kondusif. Meski demikian, patroli dialogis terus ditingkatkan guna mencegah eskalasi konflik.

Polisi mengimbau kepala masyarakat, baik dari Suku Mee maupun Suku Kamoro agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu yang belum tentu kebenarannya.

 

Aparat juga meminta warga tidak melakukan mobilisasi massa serta menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada penegak hukum.

‘’Kita akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa pembakaran Kampung Mauka sesuai ketentuan hukum yang berlaku,’’pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement