Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Beda, MUI: Jangan Jadikan Perpecahan!

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Senin, 16 Februari 2026 |17:30 WIB
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Beda, MUI: Jangan Jadikan Perpecahan!
Wakil Ketua MUI KH M Cholil Nafis (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, memperkirakan awal Ramadhan 1447 H berpotensi berbeda di antara umat Islam di Indonesia. Ia pun mengajak agar perbedaan awal ibadah puasa ini tidak disikapi sebagai perpecahan, melainkan sebagai momen untuk saling belajar.

Kiai Cholil, sapaan akrabnya, mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan dewasa. Apalagi, sudah ada sejumlah organisasi yang lebih dulu menetapkan awal Ramadhan.

"Hampir dipastikan berpotensi berbeda. Mengawali Ramadhan ini kita berbeda, karena sudah ada yang menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari ini dengan menggunakan hisab sekaligus kalender global," kata Kiai Cholil, Senin (16/2/2026).

Cholil menjelaskan, ada sejumlah organisasi lain yang menentukan awal Ramadhan dengan menggunakan hisab sekaligus metode imkan rukyat. Ia menilai posisi hilal masih berada di bawah 3 derajat pada esok hari.

 

Sementara itu, ketentuan MABIMS, forum ulama Asia Tenggara yang terdiri dari Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam, menyepakati bahwa hilal dapat terlihat jika sudah berada di atas 3 derajat.

"Jadi bisa dipastikan awal Ramadan kita ini akan berbeda. Ada yang tanggal 18 dan ada yang tanggal 19 Februari. Saya berharap semuanya memaklumi hal ini. Yang penting kita bisa menjalankannya dengan baik dan khusyuk," ungkapnya.

Kendati demikian, Cholil menekankan agar jangan sampai ada gesekan yang dapat merusak ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim). Menurutnya, penting menjaga ukhuwah Islamiyah demi mendekatkan umat Islam kepada Allah SWT.

"Saya berharap masyarakat sudah dewasa. Ini masalah khilafiyah fikih, masalah perbedaan pemikiran. Tidak perlu dibawa pada perpecahan, tetapi jadikan perbedaan ini untuk kita belajar lebih banyak," terang Cholil.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement