JAKARTA - Seorang pria bersenjata tewas ditembak agen United States Secret Service, setelah memasuki perimeter pengamanan kediaman Presiden AS di Mar-a-Lago, Florida, pada Minggu 22 Februari 2026 dini hari.
Pria tersebut diidentifikasi sebagai Austin Tucker Martin (21), warga North Carolina. Menurut laporan TMZ, Martin diduga marah terkait berkas-berkas kasus Jeffrey Epstein.
Berdasarkan pesan teks yang diperoleh TMZ, pada 15 Februari Martin mengirim pesan kepada rekan kerjanya yang menyebut “kejahatan itu nyata dan tak terbantahkan” sambil merujuk pada file Epstein. Ia juga menulis bahwa orang-orang perlu “meningkatkan kesadaran” mengenai berkas tersebut dan apa yang dilakukan pemerintah terkait hal itu.
TMZ melaporkan, sejumlah rekan kerja Martin di Pine Needles Lodge & Golf Club menyebut ia menjadi terobsesi dengan Epstein setelah Departemen Kehakiman AS merilis catatan terbaru dari investigasi terhadap mendiang pelaku kejahatan seksual tersebut. Mereka mengatakan, Martin merasa terganggu oleh apa yang ia anggap sebagai upaya pemerintah menutupi kebenaran dan kerap berbicara soal orang-orang berkuasa yang “lolos begitu saja.”
Media Newsweek pada Senin (24/2/2026) menyatakan, belum dapat memverifikasi secara independen isi pesan teks maupun keterangan rekan kerja Martin kepada TMZ.
Insiden pelanggaran keamanan terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Meski Presiden Donald Trump kerap menghabiskan akhir pekan di Mar-a-Lago, saat kejadian ia dilaporkan berada di Gedung Putih.
Otoritas belum merilis keterangan lebih lanjut terkait motif pasti maupun kronologi detail insiden tersebut.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.