Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Serangan Israel Hantam Dua Sekolah di Iran, Lebih dari 100 Orang Dilaporkan Tewas

Awaludin , Jurnalis-Minggu, 01 Maret 2026 |15:05 WIB
Serangan Israel Hantam Dua Sekolah di Iran, Lebih dari 100 Orang Dilaporkan Tewas
Sekolah di Iran Hancur akibat bom Israel (foto: tangkapan layar Aljazeera)
A
A
A

TEHERAN – Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan Israel menghantam dua sekolah di wilayah berbeda, menewaskan lebih dari 100 orang, sebagian besar disebut sebagai pelajar.

Serangan paling mematikan terjadi di kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Kantor berita resmi lembaga peradilan, Mizan News Agency, melaporkan bahwa 108 orang tewas akibat serangan terhadap Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh.

Kantor berita pemerintah Islamic Republic News Agency (IRNA) menyebutkan 63 orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam penanganan medis. Tim penyelamat dilaporkan terus membersihkan puing-puing bangunan sekolah yang hancur.

Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari gelombang operasi militer gabungan Amerika Serikat–Israel yang dilancarkan pada Sabtu pagi di sejumlah wilayah Iran.

 

Kecaman Pejabat Iran

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membagikan foto lokasi serangan dan menyebut insiden itu sebagai pembunuhan terhadap “anak-anak yang tidak bersalah”.

“Kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan dibiarkan begitu saja,” tulis Araghchi dalam unggahan di platform X.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, turut mengecam apa yang disebutnya sebagai “kejahatan terang-terangan” dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan.

Secara terpisah, kantor berita Mehr News Agency melaporkan sedikitnya dua siswa tewas dalam serangan lain yang menghantam sebuah sekolah di wilayah timur ibu kota, Teheran.

 

Sorotan Internasional

Melaporkan dari Teheran untuk Al Jazeera, jurnalis Mohammed Vall mengatakan bahwa serangan terhadap sekolah mempertanyakan klaim AS dan Israel yang selama ini menyatakan hanya menargetkan fasilitas militer.

“Presiden Trump telah berjanji kepada rakyat Iran bahwa bantuan akan segera datang, tetapi sekarang kita melihat korban sipil. Itu adalah sesuatu yang akan ditekankan oleh pemerintah Iran sebagai pelanggaran hukum internasional dan agresi terhadap rakyat Iran,” ujar Vall.

Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait klaim Iran mengenai serangan terhadap fasilitas pendidikan tersebut.

Sebagai catatan, pada Juni 2025, eskalasi militer antara Iran dan Israel memicu konflik selama 12 hari yang menimbulkan korban sipil besar serta kerusakan infrastruktur publik, menurut data Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran.

Situasi terkini berpotensi memperluas ketegangan regional di Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik bersenjata di kawasan tersebut.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement