“Stabilitas dan perdamaian tidak dibangun melalui ancaman timbal balik atau melalui senjata… tetapi hanya melalui dialog yang masuk akal, tulus, dan bertanggung jawab,” kata Paus.
Selain itu, kecaman juga datang dari Korea Utara dan Hamas. Kelompok Palestina itu mengatakan mereka berduka atas kematian pemimpin tertinggi Iran setelah pembunuhannya dalam apa yang mereka gambarkan sebagai serangan AS-Israel yang “keji”.
“Dia memberikan semua bentuk dukungan politik, diplomatik, dan militer kepada rakyat kami, perjuangan kami, dan perlawanan kami,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.
Pemerintahan AS dan Israel “bertanggung jawab penuh atas agresi terang-terangan dan kejahatan keji terhadap kedaulatan Republik Islam Iran, dan atas dampaknya yang serius terhadap keamanan dan stabilitas kawasan,” demikian pernyataan Hamas.
Hamas juga mendesak negara-negara Arab dan Muslim, serta komunitas internasional, untuk mengambil tindakan mendesak guna mengatasi pelanggaran dan kejahatan yang meningkat dan berupaya mengakhirinya di seluruh kawasan.
Di sisi lain, Korea Utara (Korut) mengutuk serangan AS-Israel terhadap Iran. Korut menyebutnya sebagai 'agresi ilegal'.
Serangan AS-Israel terhadap Iran adalah "agresi ilegal" dan pelanggaran kedaulatan nasional, demikian kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang dikutip kantor berita pemerintah Korea Central News Agency.
Keterlibatan AS "sesuai dengan perkiraan", kata juru bicara tersebut. Juru bicara menyebutnya sebagai hasil yang tak terhindarkan mengingat sifat AS yang "hegemonik dan seperti gangster".
“Perang agresi” oleh AS dan Israel tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun, demikian pernyataan tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.