Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Alasan yang Bisa Bikin Prabowo Keluar dari Board of Peace

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 06 Maret 2026 |12:30 WIB
Ini Alasan yang Bisa Bikin Prabowo Keluar dari Board of Peace
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Binti M/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto disebut akan tetap membawa Indonesia berada di dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk memperjuangkan perdamaian jangka panjang di Palestina. Namun, Indonesia juga siap menarik diri apabila keikutsertaan tersebut tidak lagi memberikan manfaat bagi perjuangan Palestina maupun kepentingan nasional Indonesia.

Hal itu disampaikan ulama sekaligus Sekretaris Majelis Syuro DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Hanif Alatas usai mendengarkan penjelasan Prabowo mengenai Board of Peace dalam acara Silaturahmi Presiden Republik Indonesia dengan para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Merdeka, Kamis malam (5/3/2026).

Hanif mengatakan Prabowo dalam pertemuan tersebut membahas perkembangan terkini situasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace. Menurutnya, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia tetap berada di dalam forum tersebut, namun siap keluar apabila tidak ada kemajuan berarti.

"Presiden tadi menyampaikan kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, tidak ada peluang buat memperjuangkan kemaslahatan Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri. Pernyataannya seperti itu," ujar Hanif ketika ditemui usai pertemuan.

Lebih lanjut, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nusron Wahid, mengatakan bahwa Prabowo juga menyinggung berbagai desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace terkait situasi yang berkembang di Timur Tengah.

Namun menurut Nusron, Prabowo menilai Board of Peace saat ini masih menjadi opsi paling realistis untuk mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian jangka panjang di Gaza.

"Pak Presiden juga mempertanyakan, kalau seandainya ada yang mendesak kita keluar dari BoP, terus tawarannya kita berunding dalam rangka menciptakan perdamaian itu di forum apa? Karena forum untuk melakukan perundingan perdamaian di Palestina dan Gaza, itu satu-satunya hari ini adalah di BoP," imbuhnya.

Sehingga, Nusron menyebut Indonesia masih memandang Board of Peace sebagai sarana diplomasi untuk mendorong terciptanya stabilitas dan kemerdekaan Palestina. Ia kemudian juga mengajak masyarakat untuk memberi waktu agar upaya diplomasi tersebut dapat menunjukkan hasil terlebih dahulu.

"Posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement