Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Serangan Rudal Rusia Hantam Kharkiv, Tewaskan Setidaknya 10 Orang

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 08 Maret 2026 |18:04 WIB
Serangan Rudal Rusia Hantam Kharkiv, Tewaskan Setidaknya 10 Orang
Serangan rudal Rusia menghantam apartemen di Kharkiv.
A
A
A

KYIV — Serangan rudal Rusia pada Sabtu (7/3/2026) menghantam sebuah bangunan apartemen berlantai lima di Kharkiv, menewaskan setidaknya 10 orang, termasuk dua anak, kata pejabat setempat. Serangan tersebut juga menyebabkan setidaknya 16 orang lainnya mengalami luka-luka.

Presiden Volodymyr Zelensky mengutuk serangan itu dan menyerukan tanggapan internasional. Ia mengatakan bahwa Rusia menyerang Ukraina semalam dengan 29 rudal dan 480 drone, menargetkan fasilitas energi di Kyiv dan wilayah tengah lainnya, dengan kerusakan dilaporkan di setidaknya tujuh lokasi lain di seluruh negeri.

Menurut data awal, sistem pertahanan udara menembak jatuh 19 rudal dan 453 drone, sementara 9 rudal dan 26 drone serang tercatat mengenai sasaran di 22 lokasi.

Di Kharkiv, tim darurat menyisir reruntuhan untuk mencari korban selamat. Di antara korban tewas terdapat seorang guru sekolah dasar dan putranya, seorang siswa kelas dua, yang tewas di rumah mereka, serta seorang siswa kelas delapan yang meninggal bersama ibunya, menurut Wali Kota Ihor Terekhov.

 

Kantor Kejaksaan Regional mengatakan gedung itu dihantam rudal jelajah Rusia baru, yang dikenal sebagai Izdeliye-30. Laporan Ukraina menyebut senjata peluncuran udara subsonik baru yang mulai digunakan Rusia terhadap Ukraina memiliki jangkauan 1.500 kilometer (930 mil) dan dilengkapi sistem navigasi satelit yang lebih tahan terhadap gangguan.

Di wilayah Kyiv, kerusakan akibat puing-puing dilaporkan terjadi di tiga distrik. Di wilayah Odesa selatan, 80 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kebakaran besar di fasilitas infrastruktur setelah serangan drone. Operator kereta api negara Ukraina, Ukrzaliznytsia, mengatakan kerusakan pada infrastruktur memaksa perubahan sejumlah rute di bagian tengah-barat negara itu.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan semalam menargetkan pabrik militer Ukraina, fasilitas energi, dan pangkalan udara.

“Harus ada tanggapan dari para mitra terhadap serangan brutal terhadap kehidupan ini,” kata Zelensky dalam unggahan di X, sebagaimana dilansir AP.

“Rusia belum menghentikan upayanya untuk menghancurkan infrastruktur perumahan dan penting Ukraina, dan oleh karena itu dukungan harus terus berlanjut. Kami mengandalkan kerja sama aktif dengan Uni Eropa untuk menjamin perlindungan yang lebih besar bagi rakyat kami. Saya berterima kasih kepada semua orang yang membantu memperkuat perlindungan kami.”

 

Rusia telah menembakkan puluhan ribu drone rancangan Iran ke Ukraina sejak menginvasi negara tetangganya lebih dari empat tahun lalu. Rusia kini meluncurkan produksi drone skala besar di dalam negeri dan menghantam Ukraina dengan ratusan drone dalam satu malam — lebih banyak daripada yang digunakan selama beberapa bulan penuh pada tahun 2024.

Iran menanggapi serangan gabungan AS–Israel dengan meluncurkan jenis drone Shahed yang sama ke negara-negara di Timur Tengah.

Zelensky mengatakan ia telah menerima permintaan AS untuk dukungan dalam mempertahankan diri dari drone Iran di Timur Tengah dan telah memberikan perintah untuk menyediakan peralatan bersama para ahli Ukraina.

Perang di Timur Tengah telah mengalihkan perhatian internasional dari konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II, dan memaksa penundaan putaran baru pembicaraan yang dimediasi AS antara Rusia dan Ukraina yang direncanakan untuk minggu ini.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement