JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, buka suara mengenai pemberlakuan Siaga I dari Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto. Menurut Sjafrie hal itu justru untuk meyakinkan rakyat bahwa negara dalam keadaan aman dan nyaman.
"Jadi kesiagaan ini adalah untuk meyakinkan rakyat bahwa republik dalam keadaan aman dan tentunya harus nyaman dari segi sandang, pangan, dan papan," ujar Sjafrie kepada wartawan dikutip pada Jumat (13/3/2026).
Sjafrie mengartikan Siaga I merupakan bahasa tentara yang bisa diartikan dalam bahasa politik. Namun pada intinya, Siaga I itu berkaitan dengan keadaan negara untuk menghadapi perkembangan yang ada.
"Siaga I itu bahasa prajurit, ya. Tapi orang bisa mengartikan dalam bahasa politik. Jadi Siaga I itu dia harus selalu mengikuti perkembangan, baik itu yang ada di global, regional, maupun di nasional," ungkap dia.
Sjafrie juga menegaskan bahwa pemberlakuan Siaga I ini tidak berkaitan dengan situasi geopolitik dan geoekonomi. Menurutnya, Siaga I hanya merupakan geostrategi yang seharusnya tidak membuat masyarakat khawatir.
"Jadi kesiapan yang dilakukan dari kita itu tidak ada pengaruhnya secara geopolitik. Tidak ada pengaruhnya terhadap geoekonomi. Tetapi kesiagaan yang kita lakukan ini adalah bagian daripada geostrategi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.