Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Muhammad Fadhil Alfathan menyatakan pihaknya juga telah mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto yang belum dipastikan kebenarannya.
“Kami dari Tim Advokasi untuk Demokrasi juga sudah melakukan berbagai upaya klarifikasi dan menyampaikan imbauan melalui kanal media sosial agar masyarakat tidak menyebarkan foto yang tidak dapat dipastikan kebenarannya,” ujarnya.
Sebelumnya, polisi memastikan bahwa foto wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus yang beredar di media sosial merupakan rekayasa artificial intelligence (AI).
Hal tersebut disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).
“Dapat kami pastikan foto tersebut adalah hoaks karena merupakan hasil rekayasa AI,” kata Iman.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.