Harga energi melonjak pekan lalu setelah Iran membalas serangan Israel terhadap ladang gas utamanya dengan menyerang Kota Industri Ras Laffan di Qatar. Fasilitas tersebut memproses sekitar seperlima LNG dunia dan mengalami kerusakan yang diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki.
Ancaman terhadap infrastruktur Teluk ini muncul saat konflik memasuki wilayah baru yang berbahaya. Pejabat Israel menyatakan pasukan Iran untuk pertama kalinya telah menembakkan rudal jarak jauh, yang memperluas risiko serangan ke luar Timur Tengah, bahkan saat serangan Iran melukai puluhan orang di lokasi yang tidak jauh dari situs nuklir Israel.
Kepala militer Israel, Eyal Zamir, mengatakan Iran meluncurkan dua rudal balistik dengan jangkauan 4.000 km (2.500 mil) ke arah pangkalan militer AS-Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia. Militer Israel menyebutkan ini adalah pertama kalinya Iran menggunakan rudal jarak jauh sejak Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari.
"Rudal-rudal ini tidak ditujukan untuk menyerang Israel. Jangkauannya mencapai ibu kota negara-negara Eropa – Berlin, Paris, dan Roma, semuanya berada dalam jangkauan ancaman langsung," ujar Zamir pada Sabtu.
Sebuah sumber di kementerian pertahanan Inggris mengatakan serangan tersebut terjadi sebelum pemerintah memberikan otorisasi khusus pada Jumat bagi AS untuk menggunakan pangkalan militer Inggris guna melakukan serangan terhadap situs-situs rudal Iran. Lebih dari 2.000 orang telah tewas selama perang berlangsung. Di Israel, 15 orang dilaporkan tewas akibat serangan Iran.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.