Di sisi lain, Aip dan timnya hanya berharap imbalan seadanya atas tenaga yang mereka keluarkan. Tak jarang, bantuan mereka dipandang sinis karena stigma yang dikaitkan dengan pungutan liar.
“Duka-dukanya, kami ambil ikhlasnya saja. Padahal anak-anak sini, walaupun tidak dikasih, tetap tersenyum,” kata Aip saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (28/3/2026).
Bagi kepolisian setempat, keberadaan Tim Ganjel sangat vital. Saat petugas fokus mengurai kemacetan di berbagai titik, tim ini hadir sebagai pelengkap di lapangan.
“Ya, tim ganjel pastinya sangat membantu,” ujar Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan.
Bagi Aip, kehidupan yang layak memang menjadi impian. Namun, ia menegaskan hal itu tak boleh diraih dengan cara yang salah. Ia bahkan pernah menemukan uang dan ponsel milik pemudik yang terjatuh, dan memilih mengembalikannya.
“Kalau kami berhasil menahan mobil yang mundur dan tidak menabrak kendaraan lain, itu yang paling membahagiakan. Tapi kalau terlambat dan terjadi tabrakan, saya merasa sedih karena tidak bisa membantu lebih cepat,” tuturnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.