JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan pengawalan, pengamanan, hingga pelayanan maksimal terkait arus mudik dan balik Lebaran 2026. Komitmen ini dilakukan untuk mewujudkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang dijalankan Korlantas Polri dan jajaran di bawah komando Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, tercatat adanya penurunan signifikan angka fatalitas kecelakaan korban meninggal dunia pada Lebaran tahun ini.
Berdasarkan data aplikasi IRSMS Korlantas Polri, jumlah korban meninggal dunia selama periode mudik dan balik Lebaran 2026 tercatat sebanyak 238 orang, turun 104 orang atau 30,41 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 342 orang.
Selain itu, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan sebesar 5,31 persen, dari 2.880 kejadian pada 2025 menjadi 2.727 kejadian pada 2026. Bahkan, selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak tercatat adanya kecelakaan menonjol secara nasional.
Kapolri memberikan perhatian penuh terhadap pengamanan mudik dan balik Lebaran sebagai operasi kemanusiaan terbesar setiap tahunnya. Seluruh jajaran Polri, khususnya Korlantas, diperintahkan memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya mengatur lalu lintas tetapi juga memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.
Agus mengungkapkan, meskipun Operasi Ketupat 2026 secara resmi telah ditutup, Polri tetap melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026 sesuai arahan Kapolri.
“Saya Kakorlantas Polri, atas seizin Bapak Kapolri, malam ini secara resmi menutup Operasi Ketupat 2026. Secara umum situasi kamtibmas selama perayaan Lebaran 2026 terjaga aman, tertib, dan kondusif, tanpa kejadian menonjol,” kata Agus di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).