Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPB Ungkap Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk Tangani Gempa Sulut dan Malut

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Kamis, 02 April 2026 |18:01 WIB
BNPB Ungkap Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk Tangani Gempa Sulut dan Malut
Bangunan rusak akibat gempa di Batang Dua, Kota Ternate. (Dok BPBD Ternate)
A
A
A

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah mendapat laporan terkait gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengaku, pihaknya telah mendapat instruksi dari Presiden Prabowo dalam menyikapi gempa bumi tersebut. Ia mengungkapkan, Presiden Prabowo memerintahkan jajarannya untuk langsung turun membantu rakyat.

"Kami laporkan juga, Bapak Presiden Prabowo Subianto sejak tadi pagi sudah mendapat laporan dan sudah memerintahkan kami BNPB, BMKG, Basarnas di bawah koordinasi Bapak Menko PMK untuk terus langsung membantu masyarakat terdampak," ungkap Suharyanto saat Rakor Penanganan Gempa Bumi M 7,6 secara daring, Kamis (2/4/2026).

Bahkan, kata Suharyanto, Presiden Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk bertolak ke lokasi bencana. Baginya, instruksi itu merupakan komitmen pemerintah dalam memprioritaskan penanganan bencana. 

"Kami sudah diperintahkan di kesempatan awal hari ini juga sudah harus berangkat ke daerah bencana. Ini adalah menunjukkan keseriusan pemerintah pusat bahwa kepentingan masyarakat apalagi yang terkena bencana itu menjadi prioritas utama," ujar Suharyanto.

Suharyanto pun memberi arahan dalam menangani bencana di masa tanggap darurat. "Pertama, mohon seluruh kabupaten/kota yang terdampak ini bisa menetapkan status kedaruratan," ucapnya.

"Kalau di atas dua kabupaten kota yang menetapkan status kedaruratan, pemerintah provinsi baik Sulawesi Utara maupun Maluku Utara juga bisa menetapkan status tanggap darurat," ucapnya.

 

Dengan adanya status tanggap darurat, ia menyampaikan, pemerintah pusat bisa membantu secara maksimal. Ia pun memerintahkan para BPBD, TNI, Polri serta K/L di daerah bisa bergotong royong menggelar posko tanggap darurat.

"Mengaktivasi posko tanggap darurat di masing-masing kabupaten kota terdampak. Dari posko itu, yakinkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, logistik permakanan, pakaian, air bersih dan sebagainya ini betul-betul bisa dipenuhi," ucapnya.

"Kemudian bangunan-bangunan tadi dilaporkan ada rumah sakit, ada rumah masyarakat, kemudian mungkin ada gereja, ada gedung pertemuan yang rusak. Apakah hanya itu atau ada tambahan, mohon ini juga segera dibentuk tim untuk melakukan asesmen, melakukan verifikasi ya," tutur Suharyanto.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement