JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) pukul 15.51 WIB. Gempa tersebut memiliki magnitudo terkini M4,9 dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 1,38 derajat lintang utara dan 126,64 derajat bujur timur, atau sekitar 98 kilometer barat laut Jailolo, Maluku Utara, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menjelaskan, gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi kerak bumi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust fault.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Guncangan gempa dirasakan di wilayah Jailolo dan Tobelo dengan intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti truk besar yang melintas. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
BMKG juga memastikan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa besar bermagnitudo 7,6 yang terjadi di wilayah Pulau Dua, Maluku Utara, pada Kamis pagi.
Hingga pukul 16.15 WIB, BMKG mencatat total 180 gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terkecil M1,7 dan terbesar M5,8.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.