Pilot Bertahan di Balik Garis Musuh
Awak yang diselamatkan merupakan bagian dari kru pesawat F-15E yang ditembak jatuh di atas Provinsi Isfahan. Kedua awak sempat melontarkan diri, namun hanya satu yang berhasil segera dievakuasi.
Sementara itu, awak kedua bertahan sendirian di wilayah musuh dengan kondisi cedera ringan.
Menurut sumber militer, prajurit tersebut mengalami keseleo pergelangan kaki dan bersembunyi di celah bebatuan di puncak bukit. Ia kemudian berhasil menghubungi militer AS dan memverifikasi identitasnya, langkah krusial untuk menghindari jebakan.
Sebagai bagian dari operasi, badan intelijen AS juga menjalankan strategi pengelabuan dengan menyebarkan informasi palsu untuk membingungkan pihak Iran.
Militer juga melakukan gangguan komunikasi elektronik serta serangan terbatas ke jalur akses untuk menghambat pergerakan pihak lawan.
Evakuasi Berhasil, Krisis Terhindarkan
Evakuasi akhirnya dilakukan menggunakan pesawat turboprop berukuran lebih kecil yang mampu mendarat di area sempit.
Keberhasilan misi ini mengakhiri salah satu episode paling berbahaya dalam konflik yang telah berlangsung selama lima minggu.
Presiden AS Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai salah satu misi penyelamatan paling berani dalam sejarah militer AS.
"Dalam beberapa jam terakhir, militer Amerika telah melakukan salah satu operasi pencarian, dan penyelamatan paling berani. Prajurit itu terluka, tetapi dia akan baik-baik saja," ujarnya.