Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pramono Minta Satpol PP DKI Kawal Kasus Petugas Damkar Dibegal

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Rabu, 08 April 2026 |06:02 WIB
Pramono Minta Satpol PP DKI Kawal Kasus Petugas Damkar Dibegal
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Danandaya Arya Putra/Okezone)
A
A
A

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait kasus petugas pemadam kebakaran (damkar) yang menjadi korban begal di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Pramono mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut. Namun, ia menegaskan tindakan kekerasan seperti itu tidak bisa ditoleransi.

"Yang pertama, saya baru mendengar ini. Tetapi kalau memang betul ada petugas damkar yang dikeroyok oleh begal dan preman yang ada di Gambir, maka saya minta Satpol PP memberikan dukungan, bantuan, dan juga melaporkannya kepada aparat penegak hukum," ujarnya usai meninjau Gedung Pompa Ancol di Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Ia juga menekankan tindakan main hakim sendiri tidak boleh terjadi di negara hukum. "Yang seperti ini tidak boleh terjadi, karena ini main hakim sendiri. Apa pun, negara kita adalah negara hukum," ucapnya.

Sebelumnya, petugas damkar Bimo Margo Hutomo (30) menjadi korban pencurian dengan kekerasan di Jalan KH Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis 2 April 2026 sekitar pukul 04.30 WIB.

Plt Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir Iptu Heri Moko, membenarkan peristiwa tersebut. Dalam laporan kepolisian, korban datang ke piket SPKT dengan kondisi luka di kepala, lecet di wajah, serta cedera di pergelangan tangan. 

Peristiwa bermula saat korban pulang dari rumah temannya dan melintas di lokasi kejadian. Di tengah perjalanan, korban dipepet oleh sekelompok pelaku yang kemudian menendangnya hingga terjatuh.

Tak hanya itu, korban juga sempat dikeroyok dengan cara ditendang dan dipukul menggunakan batu di tempat kejadian perkara (TKP). "Kemudian, sepeda motor dan HP korban dibawa kabur oleh pelaku," katanya.

Usai kejadian, korban langsung mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke RS Tarakan untuk menjalani pengobatan serta visum. Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, korban kemungkinan harus menjalani perawatan lebih lanjut akibat luka yang diderita.

Polisi telah melakukan olah TKP dan tindak lanjut penyelidikan berdasarkan keterangan awal korban. Korban juga telah membuat laporan resmi ke Polres Metro Jakarta Pusat pada hari yang sama.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa dua unit ponsel dan satu unit sepeda motor. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement