Penguatan pengamanan dilakukan melalui penambahan serta peningkatan kesiapan personel yang profesional dan sigap. Selain itu, struktur pos keamanan turut diperkuat dan dilakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman.
Selain itu, Kogabwilhan III menempatkan kendaraan tempur taktis produksi dalam negeri, termasuk Panser Anoa buatan PT Pindad di beberapa titik strategis. Hal ini sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Pola pengamanan juga diperkuat melalui patroli terpadu, pengawasan yang lebih intensif, serta peningkatan koordinasi dengan aparat penegak hukum, tokoh adat, dan tokoh agama di wilayah setempat.
Pendekatan kolaboratif ini disebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan jangka panjang di Papua agar tetap kondusif dan berkelanjutan.
“Langkah ini kami lakukan secara konsisten dan semakin intens setiap harinya, guna memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya.