Sebab, sesudah jadi Gubernur, selanjutnya, Jokowi dicalonkan lagi jadi Presiden oleh Megawati. Namun, Megawati tidak mau kalau bukan JK wakilnya. Sebab, Jokowi dianggap belum berpengalaman tapi elektabilitasnya tinggi untuk bersaing dengan Prabowo Subianto.
“Maka, jadilah Pak JK sebagai Wapres Jokowi,” imbuhnya.
Husein mengatakan, catatan pentingnya di sini, bukan Jokowi yang menetapkan JK sebagai pasangannya melainkan langsung atas permintaan Megawati kepada JK agar mendampingi Jokowi yang dianggap belum belum berpengalaman pada saat itu. Sehingga, Megawati tidak mau menanda tangani pencalonan Jokowi kalau tidak berpasangan dengan JK.
Dari rangkaian peristiwa itu, bisa dilihat siapa yang utang budi. “JK praktis tidak punya utang budi kepada Jokowi, mungkin justru sebaliknya. Sebab, sepanjang pemerintahan mendampingi Jokowi, dalam beberapa momen krusial JK pasang badan buat Jokowi. Bahkan, andai Jokowi yang diusung PDIP, tidak berpasangan dengan Pak JK, belum tentu bisa mengalahkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa yang 2014 didukung koalisi besar Gerindra, Golkar, PAN, PKS yang saat itu mayoritas di parlemen,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.