Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabowo Panggil Menteri KKP-Mendiktisaintek ke Istana Siang Ini, Bahas Apa?

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Senin, 20 April 2026 |14:15 WIB
Prabowo Panggil Menteri KKP-Mendiktisaintek ke Istana Siang Ini, Bahas Apa?
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (Foto: Riyan Rizki/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono ke Istana Negara, Jakarta Pusat, siang ini.

Berdasarkan pantauan di Kompleks Istana Kepresidenan, terlihat Mendiktisaintek Brian Yuliarto tiba lebih dulu sekitar pukul 13.50 WIB. Tak berselang lama, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono juga tiba di Istana.

Saat dikonfirmasi apa yang akan dibahas dengan Presiden Prabowo, Menteri Brian mengaku belum mengetahui materi yang akan dibahas. “Saya belum… cuma mungkin tentang Giant Sea Wall ya. Tapi nanti saya lihat dulu ya,” kata Brian, Senin (20/4/2026).

Sebelumnya, proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) kini memasuki tahap penyusunan master plan. Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menegaskan perencanaan ini dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan mempercepat pengerjaan megaproyek untuk menanggulangi penurunan permukaan tanah dan risiko banjir rob di wilayah pesisir.

Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan pembangunan GSW menjadi alternatif dalam mengatasi masalah pesisir, termasuk banjir rob, degradasi lingkungan, dan tersendatnya aliran air karena minimnya daerah penampung seperti embung atau bendungan.

“Dengan kondisi seperti itu, Bapak Presiden mengarahkan kami untuk segera menyusun master plan sebagai persiapan rencana induk pembangunan dan perlindungan Pantura Jawa,” kata Didit saat ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin 23 Februari 2026.

Berdasarkan kajian BOPPJ, sekitar 17 juta jiwa penduduk di Pantura terdampak banjir rob dan penurunan permukaan tanah. Potensi kerugian ekonomi akibat fenomena tersebut diperkirakan mencapai USD368,37 miliar.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement