Trump menyebut tindakan Iran yang kembali "menembakkan peluru" sebagai "pelanggaran total" terhadap perjanjian gencatan senjata. Sebaliknya, Iran menyatakan akan tetap menutup jalur tersebut sampai AS menghentikan blokade pelabuhannya.
Meskipun ada indikasi putaran kedua pembicaraan damai akan berlanjut, Teheran masih enggan mengonfirmasi pengiriman delegasi. Setelah putaran pertama awal bulan ini, J.D. Vance menyatakan bahwa AS "tidak dapat mencapai situasi di mana Iran bersedia menerima persyaratan kami". Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran mendesak Washington untuk menahan diri dari "tuntutan berlebihan dan permintaan yang melanggar hukum".
Putaran kedua ini berada pada titik krusial, namun ketidakjelasan masih menyelimuti kedua pihak. Pada Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa sejauh ini Teheran "tidak memiliki rencana" untuk hadir. Meski demikian, seorang pejabat senior pemerintah Pakistan mengatakan kepada Reuters bahwa Islamabad yakin dapat membujuk Iran untuk hadir dalam pembicaraan tersebut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.