Dalam pelaksanaannya, program melibatkan kolaborasi berbagai organisasi, seperti PP Muhammadiyah, Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Yayasan Benih Baik, Artha Graha Peduli, Yayasan Astra, serta GK Foundation.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam program ini.
“Melalui pemanfaatan teknologi, kami memastikan setiap makanan yang diterima siswa aman, berkualitas, dan berdampak bagi tumbuh kembang mereka,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh penggerak disabilitas nasional, Reda Manthovani, menilai pendekatan berbasis teknologi mampu menghadirkan dampak yang lebih terukur dan inklusif.
“Pemantauan berbasis AI memastikan standar keamanan pangan yang lebih baik sekaligus memperkuat peran UMKM lokal,” katanya.