Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabowo Bakal Kembali Kunjungi Prancis dalam Waktu Dekat

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 23 April 2026 |07:53 WIB
Prabowo Bakal Kembali Kunjungi Prancis dalam Waktu Dekat
Prabowo Bakal Kembali Kunjungi Prancis dalam Waktu Dekat (Biro Pers Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan kembali mengunjungi Prancis dalam waktu dekat. Terakhir, Prabowo bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Selasa (14/4/2026).

1. Prabowo Dijadwalkan Kembali Kunjungi Prancis

"Rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang akan dilakukan dalam waktu dekat," ucap Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono saat konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (23/4/2026).

Sugiono mengatakan, Prabowo dan Macron memiliki kedekatan hubungan pribadi. Hal ini menjadi sebuah modal besar untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis.

Dalam kunjungan Prabowo ke Prancis akan membuat peningkatan hubungan kemitraan strategis yang lebih komprehensif. "Ini sedang dibahas sehingga diharapkan saat itu terjadi nanti cakupan kerja sama yang kita lakukan dengan Prancis juga akan menjadi lebih luas dan lebih strategis."

Sementara itu, Sugiono membeberkan hasil kunjungan Prabowo ke Prancis beberapa waktu lalu saat bertemu empat mata dengan Macron. 

"Beberapa poin yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini adalah tentu saja Presiden menyampaikan kepada Presiden Macron, menekankan kembali pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis," katanya.

Sugiono menyebutkan, keduanya juga membahas intensif mengenai peningkatan kerja sama di berbagai bidang industri pertahanan. 

"Karena kita ketahui bahwa kita memperoleh ataupun membeli alat-alat pertahanan yang cukup strategis dari Prancis. Ini juga memiliki turunan bahwa kita harus juga bisa meningkatkan penguasaan teknologi terhadap alat-alat tersebut," ucapnya.

Kemudian, kata Sugiono, diturunkan di dalam keinginan untuk bekerja sama di bidang pendidikan, khususnya di sektor STEM. "Sehingga terjadi apa yang disebut satu kerja sama beyond procurement kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli."

"Kemudian pembicaraan juga menyangkut tentu saja, karena ini dirasakan di seluruh dunia, mengenai energi, juga pemanfaatan mineral kritis, pendidikan, dan ekonomi kreatif, infrastruktur dan transportasi," tuturnya. 

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement