Rubio menggambarkan "Proyek Kebebasan" sebagai operasi defensif, berbeda dari Epic Fury.
"Ini bukan operasi ofensif; ini adalah operasi defensif," kata Rubio.
"Dan artinya sangat sederhana — tidak ada penembakan kecuali kita ditembak terlebih dahulu. Kita hanya akan merespons jika diserang terlebih dahulu."
Pengarahan tersebut terjadi di tengah baku tembak AS-Iran baru-baru ini di jalur air utama, Selat Hormuz. Namun, Rubio menekankan bahwa gencatan senjata tetap berlaku dan fase militer Epic Fury telah berakhir.
Rubio memperingatkan Iran atas blokade Hormuz.
"Selat Hormuz bukan milik Iran. Mereka tidak berhak menutupnya dan meledakkan kapal serta memasang ranjau. Dan itulah yang telah mereka lakukan."
Ia mengatakan, hal itu perlu ditangani. "Itu tidak bisa dinormalisasi," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.