Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kecelakaan Maut Muratara, Polisi Buka Posko DVI untuk Identifikasi Korban di RSUD

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Rabu, 06 Mei 2026 |21:05 WIB
Kecelakaan Maut Muratara, Polisi Buka Posko DVI untuk Identifikasi Korban di RSUD
Kecelakaan Bus ALS dan Tangki di Muratara (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA – Polisi menyatakan telah membuka posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI), terkait kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki pengangkut BBM di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menjelaskan posko DVI disiapkan di RS Umum Daerah (RSUD) Lubuklinggau untuk proses identifikasi dan pengambilan jenazah.

"Posko akan kita buka di RSUD untuk pengambilan jenazah. Ada 16 jenazah di RSUD Lubuklinggau," kata Nandang kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).

Ia mengungkapkan, proses identifikasi dilakukan oleh tim Dokkes Polda Sumsel yang telah diberangkatkan melalui jalur darat.

"Rencana awal, jenazah dibawa ke RSUD setempat dan diamankan, kemudian akan diperiksa oleh tim DVI Polda Sumsel," ujarnya.

Lebih lanjut, Nandang mengatakan tim gabungan dari Direktorat Lalu Lintas, Labfor, Traffic Accident Analysis (TAA), serta Jasa Raharja juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

"Saat ini tim terpadu penanganan kecelakaan lalu lintas sedang melakukan olah TKP dan identifikasi para korban," ucapnya.

 

Diketahui, kecelakaan maut yang melibatkan bus ALS dan truk tangki pengangkut BBM terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menjelaskan insiden bermula saat bus ALS yang membawa 18 penumpang melaju dari Lubuklinggau menuju Jambi.

"Sesampainya di lokasi kejadian, diduga bus ALS menghindari lubang dan membelok ke kanan dari arah Lubuklinggau menuju Jambi, sehingga menabrak truk tangki Seleraya yang datang dari arah berlawanan," kata Nandang.

Peristiwa tersebut menyebabkan kedua kendaraan terbakar. Akibatnya, 16 orang meninggal dunia, terdiri atas sopir bus ALS, 13 penumpang bus ALS, serta sopir dan kernet truk tangki.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement