Pihak Iran sendiri menyebut penolakan Trump atas tanggapan proposal tersebut sebagai “hal yang sama sekali tidak penting”. Kantor berita Tasnim mengutip seorang sumber yang mengatakan, “Tidak seorang pun di Iran menulis proposal hanya untuk menyenangkan Trump.” Sumber tersebut menekankan bahwa tim negosiasi menyusun rencana semata-mata berdasarkan hak-hak rakyat Iran.
Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz. Gencatan senjata sempat mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.
Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan, guna membuka jalan bagi diplomasi menuju solusi permanen bagi perang tersebut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.