Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pasar Kramat Jati Hasilkan 5 Ton Sampah per Hari, Pramono Siapkan Pengolahan Jadi Pupuk

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Senin, 11 Mei 2026 |13:38 WIB
Pasar Kramat Jati Hasilkan 5 Ton Sampah per Hari, Pramono Siapkan Pengolahan Jadi Pupuk
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peninjauan langsung pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut program pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Pramono menjelaskan, Pasar Kramat Jati menghasilkan sekitar 5 ton sampah organik setiap hari. Sampah tersebut nantinya akan diolah menjadi produk bermanfaat seperti pupuk.

“Seperti kita ketahui di tempat ini, kurang lebih setiap hari ada 5 ton sampah. Nanti akan bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menghasilkan output yang bermanfaat bagi pertamanan dan lainnya, termasuk bekerja sama dengan Pupuk Indonesia,” kata Pramono kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Pramono meyakini pengolahan tersebut dapat membantu mengurangi beban penumpukan sampah di TPST Bantargebang. Terlebih, mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu.

“Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan, maka akan sangat bermanfaat untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang,” ujarnya.

 

Ia menyampaikan, ke depan pengolahan sampah tidak hanya dilakukan di pasar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan mendorong sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) untuk melakukan langkah serupa.

“Bukan hanya pelaku di pasar, nanti di horeka yaitu hotel, restoran, dan kafe, kami juga akan memperlakukan hal yang sama karena volumenya juga cukup besar, termasuk di rumah tangga,” tuturnya.

Pramono menjelaskan, pengolahan sampah di Pasar Kramat Jati akan menghasilkan produk berbentuk cairan dan kompos. Kedua produk tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.

“Seperti yang tadi kita lihat bersama, ada dua hasilnya, satu berupa cairan dan satu berupa kompos. Nantinya bisa menjadi pupuk organik,” pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement