JAKARTA - Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat (AS) telah diperpanjang selama 45 hari, demikian diumumkan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott pada Jumat (15/5/2026).
Pigott mengatakan kedua pihak telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata yang dicapai pada 16 April setelah "pembicaraan yang sangat produktif". Ia menambahkan bahwa Pentagon akan mengadakan diskusi dengan delegasi militer pada 29 Mei, sementara Departemen Luar Negeri akan mengadakan pertemuan lain yang berfokus pada masalah politik pada 2-3 Juni.
"Kami berharap diskusi ini akan memajukan perdamaian abadi antara kedua negara, pengakuan penuh atas kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing, dan pembentukan keamanan sejati di sepanjang perbatasan bersama mereka," kata Pigott, sebagaimana dilansir RT.
Pengumuman itu disampaikan setelah serangan udara negara zionis di Lebanon menewaskan setidaknya enam orang, termasuk tiga paramedis, dan melukai 22 lainnya, menurut pejabat setempat.
Serangan tersebut telah merenggut nyawa hampir 3.000 orang di Lebanon sejak Maret, ketika zionis Israel melanjutkan operasi melawan Hizbullah, yang telah menembakkan roket ke Israel untuk mendukung Iran.
Teheran sejak itu mencantumkan penghentian permusuhan di Lebanon sebagai salah satu syarat utama untuk perjanjian perdamaian dengan AS dan Israel.
Hizbullah, yang tidak termasuk dalam perundingan perdamaian, terus melakukan serangan mortir, roket, dan drone terhadap pasukan Israel yang ditempatkan di beberapa bagian Lebanon selatan yang menurut Yerusalem Barat dibutuhkan untuk "zona keamanan". Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah kehilangan enam tentara sejak dimulainya gencatan senjata, termasuk seorang sersan staf yang tewas pada Kamis (14/5/2026).
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Israel berjanji untuk tidak melakukan operasi ofensif terhadap target di Lebanon, sambil tetap berhak untuk "mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela diri, kapan saja, terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung".
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.