MODENA - Aksi brutal terjadi di Kota Modena, Italia utara, ketika seorang pria menabrakkan mobilnya ke arah pejalan kaki hingga melukai delapan orang, pada Sabtu 16 Mei 2026, sekitar pukul 16.30 waktu setempat di Via Emilia, dekat katedral ikonik Modena.
Dalam peristiwa itu, empat korban dilaporkan mengalami luka serius, termasuk seorang wanita yang kehilangan kedua kakinya akibat insiden mengerikan tersebut.
"Kami melihat mobil itu mendekat ke arah trotoar. Tiba-tiba mobil berakselerasi, kecepatannya mungkin mencapai 100 km/jam," ujar seorang saksi, Luca Signorelli, dilansir dari bbc, Minggu (17/5/2026).
Setelah menghantam sejumlah orang, kendaraan tersebut berbelok lalu berhenti usai menabrak jendela sebuah toko. Namun aksi pelaku tidak berhenti sampai di situ. Pengemudi keluar dari mobil sambil membawa pisau dan menyerang seorang warga yang berusaha mengejarnya.
Ia mengaku mencoba membantu korban perempuan yang tergeletak di lokasi kejadian, sebelum melihat pelaku mencoba melarikan diri. Ia kemudian mengejar pelaku, namun diserang menggunakan pisau.
“Dia berbalik dan menyerang saya. Saya terkena pukulan di kepala dan dada,” katanya.
Meski demikian, Luca bersama sejumlah warga lain berhasil melumpuhkan pelaku hingga akhirnya diamankan aparat.
Wali Kota Modena, Massimo Mezzetti mengatakan, pelaku diduga sengaja mengarahkan mobil ke trotoar untuk menabrak warga.
“Dia dengan sengaja melaju ke trotoar, menabrak beberapa orang, lalu keluar sambil mengacungkan pisau,” ujar Mezzetti.
Korban terdiri dari lima perempuan dan tiga laki-laki. Salah satu korban perempuan dilaporkan mengalami luka paling parah setelah kedua kakinya hancur akibat tabrakan.
Pelaku diketahui merupakan pria berusia 31 tahun berkewarganegaraan Italia keturunan Maroko. Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini mengidentifikasi pelaku sebagai Salim El Koudri dan menyebutnya sebagai “penjahat generasi kedua”.
Sementara itu, Prefek Modena Fabrizia Triolo mengungkapkan bahwa pelaku pernah dirujuk ke pusat kesehatan mental pada 2022 karena mengalami gangguan skizoid, namun kemudian menghilang tanpa jejak.
Media Italia melaporkan pelaku merupakan lulusan ekonomi, menganggur, dan tidak memiliki catatan kriminal. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa yang “sangat serius”.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.