Namun, jet tempur Kuba menembakkan rudal udara-ke-udara ke dua pesawat sipil Cessna yang tidak bersenjata tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu. Kedua pesawat yang memiliki nomor ekor N2456S dan N5485S itu ditembak jatuh saat berada di luar wilayah Kuba dan di atas perairan internasional.
Empat orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut, yakni Carlos Costa, Armando Alejandre Jr., Mario de la Peña, dan Pablo Morales. Sementara itu, satu pesawat lain milik Brothers to the Rescue berhasil lolos meski sempat dikejar jet tempur Kuba.
Jaksa AS menyebut Raul Castro, yang kala itu menjabat Menteri Pertahanan Kuba, berada dalam rantai komando operasi militer tersebut. Dakwaan juga menyebut para pilot Kuba telah menjalani latihan beberapa pekan sebelum serangan untuk mencegat pesawat sipil berkecepatan rendah.
Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, mengatakan kasus ini menjadi pertama kalinya pimpinan senior Kuba didakwa di Amerika Serikat atas dugaan aksi kekerasan yang menewaskan warga AS.