JAKARTA - Koalisi Ormas Islam untuk Perlindungan Perempuan menyebut, Ilma Sani Fitriana, anak penulis Ahmad Bahar, sempat diancam dengan senjata api saat dibawa ke Markas GRIB Jaya. Bahkan, Ilma sempat diancam dengan dua kali tembakan pistol.
Demikian disampaikan perwakilan koalisi, yang juga menjabat Ketua Bidang Riset dan Advokasi Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LBH AP PP Muhammadiyah), Gufroni saat membuat laporan ke Polda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).
"Jadi di situ ada ancaman-ancaman bahwa dia akan dipenjara, diancam dipenjara, kemudian ditunjukan pistol, gitu ya, ditakut-takuti dengan pistol, lalu diletuskan, ya, dua kali, letusan ke bawah," ucap Gufroni kepada wartawan.
Bahkan, Gufroni berkata, kliennya diancam pelaku yang akan mengintimidasi sang ayah, Ahmad Bahar. Atas dasar itu, ia menganggap, ada dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Ketua GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules dan anggotanya.
"Kemudian juga bapaknya akan diancam ditelanjangi lah, kemudian anaknya untuk memvideokan, memvideokan dan seterusnya,”ujarnya.
“Sehingga bagi kami, ini sudah masuk kepada tindak pidana, ya. Tindak pidana termasuk, ya, penyanderaan, kemudian penculikan, ancaman verbal, kemudian penggunaan senjata api dan segala macam. Itu yang pertama," tutup Gufroni.
Sebelumnya, Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual menilai, narasi bahwa rumah Ahmad Bahar didatangi secara ilegal hingga anaknya dibawa paksa bertemu Hercules adalah kebohongan publik yang tidak mendasar.