Hercules mengatakan bahwa pihaknya kemudian mendatangi rumah Ahmad Bahar yang berada di wilayah Depok dengan membawa anak Ahmad Bahar yang didampingi Ketua RW dan Babinsa setempat. Tujuan kunjungan itu adalah untuk mengklarifikasi kasus tersebut kepada anak Ahmad Bahar.
“Saya membawa anak itu ke sini untuk klarifikasi baik-baik. Saya tanya kepadanya, 'Kenapa bapakmu mencari-cari saya dan menghina saya?' Saya juga bertanya bagaimana mereka bisa mendapatkan nomor ponsel istri saya, karena hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya,” imbuhnya.
Ia pun membantah telah melakukan intimidasi dengan cara memaksa anaknya membuka jilbab dan menodongkan senjata api. Hercules memastikan, anak Ahmad Bahar diperlakukan dengan baik.
“Di sini ada lima anggota GRIB perempuan yang menemani. Saat ia mengaku pusing dan flu, kami carikan obat Panadol dan memberinya makan karena ia belum makan,” katanya lagi.
Setelah itu, lanjut dia, pihak Polres Metro Depok menelepon pengacaranya. Ia menyampaikan kepada petugas piket bahwa anak Ahmad Bahar ada di DPP GRIB Jaya dalam keadaan baik.
Selanjutnya, pihaknya mengantarkan anak Ahmad Bahar ke Polres Metro Depok serta menyelesaikan masalah tersebut. Ia berkata, saat itu, kasus tersebut sudah diselesaikan secara damai di kantor polisi.
“Karena ayahnya sudah berada di Polres Depok, maka Ketua RW beserta tim pengacara kami mengantarkan anak tersebut ke Polres Depok untuk bertemu ayahnya agar masalah ini bisa diklarifikasi dan diselesaikan,” jelas dia.
“Kami kira masalah sudah selesai setelah ada pertemuan dan permintaan maaf. Namun, ternyata mereka justru melaporkan kami ke LBH Muhammadiyah, Komnas HAM, dan Polda Metro Jaya dengan narasi seolah-olah mereka adalah korban,” pungkasnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.