“Dan juga para pilot Skadron Udara 2 penerbang CN yang membawa Presiden ke kota dan pulau kecil, dan terbang berbagai misi kemanusiaan ke daerah dengan runway pendek. Salah satunya Captain Yustikasari Diana Putri. Panggilannya Tika. Usia 27. Lulusan TN 24,” ujarnya.
Sementara itu, dukungan logistik kepresidenan juga diperkuat para penerbang Hercules C-130 dari Skadron Udara 31. Salah satunya adalah Captain Gini Setya Rahayu.
“Ada juga para pilot Skadron Udara 31 penerbang C130 Hercules yang membawa perlengkapan Presiden dan menjadi tulang punggung logistik operasi rehabilitasi Sumatera. Salah satunya Captain Gini Setya Rahayu. 24 tahun. Kelahiran 2001. Lulusan SMA TN 27,” papar Dirgayuza.
Menurut Dirgayuza, kisah para perempuan muda berprestasi seperti itu masih jarang mendapat perhatian luas di ruang publik.
“Saya punya dua anak perempuan. Saya menulis dan membagikan catatan tentang para pilot perempuan Presiden Prabowo ini karena saya merasa kisah para outliers seperti Capt. Tania, Capt. Ajeng, Capt. Tika dan Capt. Gini harus lebih banyak diceritakan di ruang kelas dan ruang media, menjadi konsumsi harian inspirasi anak-anak perempuan Indonesia,” kata Dirgayuza.