Ancaman dan serangan tersebut bervariasi sifatnya. Beberapa, termasuk serangan di Irak, ditujukan secara sempit pada target teroris dan bukan pemerintah negara tersebut. Ancaman lainnya kurang langsung, dengan Trump hanya menolak untuk mengesampingkan tindakan militer.
Namun, angka-angka tersebut menunjukkan seberapa sering Trump telah menyebutkan kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
Populasi negara-negara yang telah diancam atau diserangnya mencakup sekitar satu dari setiap 11 orang di dunia, yang berarti sebagian besar populasi global memiliki alasan untuk mempertimbangkan kemungkinan tindakan militer AS di bawah Trump, menurut laporan tersebut.
Timur Tengah telah menjadi fokus utama. Trump kini telah mengancam atau menargetkan lima negara di kawasan tersebut: Iran, Irak, Oman, Suriah, dan Yaman.
Laporan tersebut mencatat bahwa ancaman dan serangannya juga mencakup empat dari tiga benua berpenduduk di dunia: Afrika, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.
Ia juga secara teknis mengancam negara Eropa, Denmark, dengan membahas kemungkinan merebut Greenland, wilayah Denmark di Amerika Utara.
Dalam beberapa kasus, komentar Trump telah melampaui ancaman militer dan mencakup kemungkinan perluasan wilayah.
Dari 15 negara yang telah diancam atau diserangnya, lima di antaranya telah diidentifikasi oleh Trump sebagai kemungkinan untuk ditambahkan dalam wilayah Amerika Serikat atau target untuk dikendalikan AS: Kanada, Kuba, Greenland, Panama, khususnya Terusan Panama, dan Venezuela.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.