Meniti Karier dari Akademi Militer
Ryamizard merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Setelah menyelesaikan pendidikan militer dasar, ia melanjutkan berbagai jenjang pendidikan kepemimpinan, termasuk Sekolah Khusus Calon Perwira dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).
Karier militernya terus menanjak. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Pangdam V/Brawijaya hingga Pangdam Jaya. Namanya mulai dikenal luas saat menjabat Pangdam Jaya pada masa dinamika politik nasional di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Setelah itu, Ryamizard dipercaya memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) sebagai Panglima Kostrad. Kariernya mencapai puncak ketika ditunjuk menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada 2002 dan menjabat hingga 2005.
Pernah Diusulkan Jadi Panglima TNI
Di penghujung pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, nama Ryamizard sempat diajukan sebagai calon Panglima TNI. Namun, pergantian pemerintahan membuat proses tersebut tidak berlanjut dan posisi Panglima TNI kemudian diisi oleh Marsekal TNI Djoko Suyanto.
Meski demikian, Ryamizard tetap menjadi salah satu figur militer yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan TNI pascareformasi.