Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gunung Merapi Meletus Luncurkan Awan Panas Guguran

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Senin, 01 Juni 2026 |15:31 WIB
Gunung Merapi Meletus Luncurkan Awan Panas Guguran
Gunung Merapi (Foto: ESDM)
A
A
A

JAKARTA - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah terpantau meluncurkan awan panas guguran (APG) pada Senin (1/6/2026) siang. Namun, jarak luncur awan panas tersebut tidak dapat diamati karena puncak gunung tertutup kabut.

Berdasarkan informasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran terjadi pada pukul 14.09 WIB.

"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pukul 14.09 WIB dengan amplitudo maksimum 64,04 mm dan durasi 88,58 detik. Visual berkabut," demikian informasi BPPTKG.

Karena kondisi visual yang tertutup kabut, arah maupun jarak luncur awan panas guguran belum dapat dipastikan melalui pengamatan visual. BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Warga juga diminta tetap mematuhi rekomendasi resmi yang telah dikeluarkan oleh otoritas vulkanologi.

Sebelumnya, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas kegempaan masih didominasi gempa guguran sebanyak 29 kali. Selain itu, tercatat 14 gempa hybrid atau fase banyak serta dua gempa vulkanik dangkal.

Secara visual, gunung teramati jelas hingga tertutup kabut level 0-III. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau membumbung setinggi sekitar 25 meter dari puncak.

Selama periode pengamatan tersebut, petugas juga mencatat enam kali guguran lava ke arah barat daya melalui hulu Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

BPPTKG menyatakan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.

BPPTKG menegaskan suplai magma ke Gunung Merapi masih berlangsung sehingga berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

"Masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman lahar dan gangguan abu vulkanik, terutama saat terjadi hujan di kawasan Merapi," kata BPPTKG.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement