Pada Selasa pagi, 2 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, kata Rudijanta, korban dilaporkan telah ditemukan. Namun, proses evakuasi belum bisa dilakukan saat itu karena kondisi korban yang terluka dan medan yang cukup berat.
"Proses evakuasi mengalami kendala karena kondisi medan yang cukup berat, sehingga membutuhkan dukungan personel tambahan. Pada Selasa sore, tim tambahan dari masyarakat Tamansatriyan, Tamansari, dan Tlogosari diberangkatkan menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi," terangnya.
Selanjutnya, pada Rabu pagi, 3 Juni 2026, tim gabungan dari BB-TNBTS, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat sekitar kembali bergerak menuju lokasi tempat korban sempat mengirimkan titik koordinatnya guna melanjutkan proses evakuasi. Pihaknya belum mengetahui identitas tiga pendaki yang naik melalui jalur ilegal di Candi Jawar karena ketiganya belum tiba di permukiman terdekat.
"Korbannya belum datang, diperkirakan tiba di posko evakuasi sore ini apabila kondisi cuaca dan medan memungkinkan. Posko evakuasi sementara berada di rumah warga setempat. Ambulans dan tenaga kesehatan telah disiagakan untuk memberikan penanganan medis awal kepada korban sebelum dirujuk ke rumah sakit terdekat apabila diperlukan," bebernya.
Menurut Rudi, berdasarkan pengakuan orangtua salah satu pendaki yang dimintai keterangan, ketiga pendaki tersebut naik ke Gunung Semeru melalui jalur Candi Jawar, Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Jalur Candi Jawar bukan merupakan akses pintu masuk resmi ke kawasan Gunung Semeru.