Berdasarkan hasil penelusuran, kendala yang terjadi saat pembangunan adalah keterbatasan akses masuk bagi alat berat menuju lokasi proyek. Untuk memudahkan manuver alat berat, sebagian struktur di sudut bangunan sekolah harus dibongkar sementara setelah melalui koordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah setempat.
“Akses jalannya sempit sehingga alat berat harus melewati area sekolah. Saat manuver, ada tiang sekolah yang berada di pojok bangunan dan perlu digeser,” ujarnya.
Ia memastikan langkah tersebut dilakukan atas persetujuan pihak terkait, termasuk kepala desa dan pihak sekolah. Setelah pekerjaan selesai, bagian bangunan yang terdampak akan diperbaiki kembali.
“Tiang sekolah itu hanya digeser sementara untuk kebutuhan manuver alat berat. Setelah proses selesai, akan diperbaiki kembali seperti semula,” tegas Nas.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.