Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 11 Juni 2026 |17:25 WIB
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Kerusakan akibat bencana gempabumi di Mindanao, Filipina.
A
A
A

MANILA - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan M 7,8 yang melanda lepas pantai Mindanao di Filipina selatan awal pekan ini meningkat menjadi 53 orang, menurut pejabat penanggulangan bencana.

Juru bicara Biro Pemadam Kebakaran, Kepala Pemadam Kebakaran Anthony Arroyo, mengatakan pada Rabu (10/6/2026) bahwa 53 jenazah telah ditemukan sejauh ini, dengan beberapa di antaranya belum diidentifikasi, seperti dilaporkan GMA News Online.

Laporan sebelumnya menyebutkan tim penyelamat juga sedang mencari 17 orang yang hilang.

Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana mengumumkan bahwa 487 orang dilaporkan terluka, seperti dilaporkan media lokal Philstar.

Dari korban tewas yang dikonfirmasi, 33 tercatat di Wilayah 12 dan 12 di Wilayah 11, meskipun pihak berwenang mengatakan angka tersebut masih menunggu verifikasi.

Gempa bumi, yang terjadi pada Senin (8/6/2026) pukul 07.37 waktu setempat di lepas pantai provinsi Sarangani, menyebabkan kerusakan luas di beberapa bagian Mindanao, meruntuhkan bangunan, mengganggu layanan listrik dan air, dan memicu tanah longsor di beberapa daerah.

Operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi sedang berlangsung di seluruh wilayah yang terdampak, sehingga meningkatkan kemungkinan jumlah korban jiwa akan bertambah.

 

Rumah Sakit Kesulitan di Tengah Pemadaman Listrik

Gempa bumi memicu setidaknya 10 tanah longsor, termasuk beberapa di wilayah selatan Mindanao. Di Sarangani, 13 warga Barangay New Aklan dilaporkan terkubur ketika tanah longsor melanda komunitas tersebut.

Pihak berwenang juga sedang menyelidiki laporan bahwa seluruh desa mungkin telah terkubur, meskipun korban jiwa terkait belum dikonfirmasi.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur yang meluas. Pejabat melaporkan kerusakan pada 18 jembatan, 41 jalan, dan 238 fasilitas umum, dengan beberapa jalur transportasi tetap tidak dapat dilalui.

Pemadaman listrik telah memengaruhi sekitar 130.000 konsumen, sementara rumah sakit terus beroperasi dalam kondisi sulit, merawat pasien di tenda karena gempa susulan dan masalah struktural.

Lebih dari 149.000 orang telah terdampak bencana ini, termasuk lebih dari 41.000 warga yang mengungsi. Hampir 3.000 rumah rusak.

Departemen Pendidikan mengatakan gempa bumi tersebut berdampak pada sekitar 6.224 sekolah, lebih dari 3,2 juta siswa, dan sekitar 128.000 guru dan staf sekolah.

Pemerintah mengatakan bantuan darurat senilai USD78.080 (Rp1,2 miliar) telah didistribusikan, seiring upaya bantuan terus berlanjut di seluruh wilayah yang terkena gempa

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement