Dalam kesempatan itu, Gus Fahim juga menilai kemunculan Gus Hery sebagai calon baru dalam kontestasi PBNU merupakan angin segar yang dibutuhkan organisasi.
"Kehadiran Gus Hery dalam kontestasi ini merupakan angin segar bagi NU. Kita membutuhkan pemimpin yang datang bukan membawa konflik, melainkan membawa semangat persatuan dan pengabdian,”ujarnya.
Gus Hery adalah kader yang relatif bebas dari konflik, memiliki kapasitas yang memadai, dan menunjukkan kesungguhan untuk berkhidmat. Saya melihat beliau memiliki bekal yang cukup untuk membawa NU memasuki abad kedua dengan lebih percaya diri dan berwibawa,"pungkasnya.
Sementara itu, Gus Hery mengaku langkah tersebut bukanlah keputusan yang lahir secara tiba-tiba. Ia menceritakan bahwa beberapa tahun silam dirinya pernah mendapatkan nasihat langsung dari dua dzuriyah pendiri NU, yakni Lily Wahid dan KH. Hasyim Wahid (Gus Iim).
"Saya masih ingat betul nasihat almarhumah Bu Lily Wahid dan Gus Iim beberapa tahun lalu. Mereka pernah berpesan kepada saya, 'Suatu saat kamu harus berkhidmat dengan sungguh-sungguh dan ikhlas untuk NU,"ujarnya.
"Jangan pernah berhitung soal untung-rugi ketika berjuang untuk jam'iyah ini.' Nasihat itu terus saya simpan dalam hati. Apa yang saya lakukan hari ini semata-mata sebagai ikhtiar menjalankan amanah moral tersebut dan menjawab panggilan untuk mengabdi kepada NU,"tutup Gus Hery.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.