Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPB: Krisis Air Bersih di Kota Bima Berdampak pada 1.129 KK

Nur Khabibi , Jurnalis-Minggu, 28 Juni 2026 |21:30 WIB
BNPB: Krisis Air Bersih di Kota Bima Berdampak pada 1.129 KK
Kekeringan (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Akibat kondisi tersebut, sebanyak 1.129 kepala keluarga (KK) terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan krisis air bersih dipicu oleh intensitas hujan yang sangat rendah dalam beberapa waktu terakhir.

"Krisis air bersih terjadi di Kota Bima, akibat intensitas hujan yang sangat rendah dalam beberapa waktu terakhir," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).

Muhari menjelaskan, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Tanjung, Paruga, dan Pane di Kecamatan Rasanae Barat; Kelurahan Sambinae, Panggi, Manggemaci, dan Monggonao di Kecamatan Mpunda; Kelurahan Rontu di Kecamatan Raba; serta Kelurahan Melayu di Kecamatan Asakota.

"Kejadian ini berdampak pada sekitar 1.129 kepala keluarga," ujarnya.

 

BNPB menyebut hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian materiil akibat krisis air bersih tersebut.

Sebagai langkah penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima telah melakukan asesmen, berkoordinasi dengan lintas instansi, serta mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

"BPBD Kota Bima segera melakukan asesmen dan koordinasi lintas instansi serta telah melaksanakan pendistribusian bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak sebanyak 70.000 liter," tuturnya.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement