Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 03 Juli 2026 |02:05 WIB
Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Ilustrasi.
A
A
A

BANGKOK - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun menabrakkan truk pikap milik orang tuanya ke arah iring-iringan prosesi Buddha di Thailand pada Kamis (2/7/2026). Insiden ini menewaskan delapan biksu dan melukai 10 lainnya, kata polisi.

Kelompok yang terdiri dari 35 biksu dan lima pengikut awam sedang berjalan di pinggir jalan di Provinsi Mukdahan, timur laut Thailand, selama ziarah ketika insiden itu terjadi.

"Tersangka adalah seorang anak. Kendaraan tersebut telah dibawa untuk pemeriksaan forensik guna menentukan penyebabnya," kata Mayor Jenderal Polisi Pairoj Thaiphutsa, Komandan Kepolisian Provinsi Mukdahan, kepada wartawan, sebagaimana dilansir TRT.

"Kami telah meminta orang tua anak tersebut untuk datang agar kami dapat menentukan siapa yang bertanggung jawab atas perawatan anak tersebut, sehingga kami dapat melanjutkan proses hukum," tambahnya.

Polisi mengatakan anak laki-laki itu telah mengambil truk pikap milik orang tuanya tanpa izin sebelum kehilangan kendali kendaraan dan menabrak para biksu. Polisi setempat juga menyatakan bahwa anak laki-laki itu sekarang berada dalam tahanan.

Polisi menambahkan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan, tetapi mereka diberitahu oleh para biksu bahwa mereka melihat kendaraan tersebut kehilangan keseimbangan sebelum tergelincir dari jalan dan menabrak kelompok tersebut.

Lima biksu meninggal di tempat kejadian dan tiga lainnya kemudian meninggal di rumah sakit, sementara lebih dari 10 lainnya sedang dirawat.

Tim Medis dan Penyelamat Dikerahkan

Prayut Ruanthongkam, Kepala Kepolisian Kota Mukdahan, mengatakan kepada AFP melalui telepon bahwa anak tersebut adalah seorang anak laki-laki berusia 11 tahun.

 

Tim medis dan penyelamat darurat dikerahkan ke tempat kejadian, dan para korban luka dibawa ke Rumah Sakit Mukdahan.

Gubernur Provinsi Mukdahan, Worayan Bunnarat, mengatakan kasus ini harus menjadi peringatan yang lebih luas tentang keselamatan jalan raya.

"Kami telah sangat ketat dalam hal keselamatan jalan raya dalam beberapa tahun terakhir. Kasus ini harus menjadi pelajaran bukan hanya untuk provinsi kami, tetapi untuk masyarakat umum dalam hal mencegah kecelakaan lalu lintas," katanya.

"Saya pikir semua orang yang terlibat, terutama orang tua, perlu membantu, karena tidak ada yang menginginkan hal seperti ini terjadi."

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement