Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Pinggir Rel Pejompongan Terancam Digusur, Pramono Telusuri Lahannya: Saya Ingin Memanusiakan Orang 

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Jum'at, 03 Juli 2026 |13:00 WIB
Warga Pinggir Rel Pejompongan Terancam Digusur, Pramono Telusuri Lahannya: Saya Ingin Memanusiakan Orang 
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Danandaya Arya Putra/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku akan menelusuri terlebih dahulu status lahan yang ditempati warga di pinggiran rel kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Oleh karena itu, dirinya belum bisa memutuskan sesuatu mengenai nasib warga bila permukiman mereka dilakukan penggusuran.

"Yang pertama untuk warga yang tergusur, apakah itu lahannya milik pemerintah DKI Jakarta atau KAI atau pemerintah pusat, tentunya saya ingin tahu lebih dahulu," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Namun, Pramono menegaskan pihaknya akan mencari jalan keluar untuk warga yang terkena gusuran. Sebab, dalam membangun Jakarta, dirinya mengedepankan aspek kemanusiaan.

"Tapi yang jelas Jakarta ini selalu dalam membangun Jakarta, saya memang mungkin lebih ingin memanusiakan orang. Termasuk saya tidak pernah membatasi orang datang ke Jakarta."

Dalam kesempatan itu, Pramono turut menyoroti keterbatasan lahan pemakaman di Jakarta yang membuat pihaknya terpaksa menerapkan kebijakan makam tumpuk di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU).

"Bahkan ketika memindahkan persoalan yang berkaitan dengan TPU untuk apa kuburan-kuburan yang memang sekarang ini dari 81 TPU, 60 lebih harus ditumpuk," tuturnya.

Menyambung persoalan makam, dirinya justru menemukan masalah baru mengenai banyak warga yang tinggal di area pemakaman. Ia menyebut bukan sesuatu yang mudah untuk memindahkan warga yang bermukim di area pemakaman ke rumah susun.

"Ternyata memindahkan warga yang tinggal di TPU ke rumah susun saja tidak gampang. Kami harus kemudian memberikan ekstra 6 bulan digratiskan, baru kemudian mereka diwajibkan untuk membayar bulannya," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement