Serangan disertai pembakaran pesawat yang menewaskan korban terjadi pada Kamis 2 Juli 2026 pagi setelah pesawat mendarat di Yahukimo. Bersamaan dengan operasi evakuasi tersebut, personel TNI juga melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok pelaku penembakan.
Sementara itu, menurut Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, operasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal.
"Dilaksanakan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi mengingat medan pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi," katanya, Jumat.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.